Mungkin saja banyak orang menganggap bahwa musuh itu selalu berada di luar dirinya. Dalam kehidupan beragama musuh itu dianggapnya adalah orang-orang yang tidak beragama, atau tidak seagama, berbeda aliran, berlainan madzhab yang dianut, dan semacamnya. Atas anggapan itu maka seseorang selalu menjauh dari orang-orang yang dimaksudkan itu. Berbekalkan cara pandang tersebut, seorang muslim menganggap bahwa pemeluk Nasrani, Hindu, Budha, Kong Hucu, atau orang yang tidak jelas agamanya diksebut sebagai musuhnya. Demikian pula sebaliknya, orang Hindu, Budha, Kristen, dan sebagainya, menganggap bahwa setiap muslim tidak saja sebagai kompetitornya melainkan juga menjadi pihak yang mengancam keselamatan dirinya. Pandangan yang demikian tersebut menjadikan orang yang berbeda agama dianggap sebagai musuh dan membahayakan. Antar pemeluk agama menjadi berjarak. Di antara pemeluk agama yang berbeda menjadi tidak saling berkomunikasi, tidak saling mengenal, dan apalagi saling tolong meno...